Sabtu, 24 Juli 2021

Cerita Skripsi: Awal Mula

Tadinya mau kasih judul Petualangan Skripsi atau My Skripsi My Adventure, tapi kenyataannya selama proses ngerjainnya alhamdulillah enggak yang 'petualangan' banget ya. Jadi ganti Cerita Skripsi aja.

Oke, aku coba ceritain dari awal ya.

Di semester 6 ada mata kuliah seminar, jadi output dari matkul tersebut adalah proposal skripsi bab 1-3. Pada waktu itu sih aku belum kepikiran judul skripsiku apa ya, masih santailah. Terus memasuki UTS, ujiannya ngumpulin bab 1 proposal skripsi. Nah mau nggak mau dikerjain dong dan aku ngangkat topik budaya kerja. Kenapa? Sesimpel budaya kerja nih ngaruh banget ya kayaknya sama pribadi dari orang yang kerja di tempat tersebut, soalnya aku melihat bapakku tuh cinta banget gitu sama pekerjaannya.

Di pengumpulan skripsi ini, mahasiswa sekalian milih mau dosbing siapa dan disesuaikan sama keahlian si dosen. Nah terkait dosbing nih, aku juga belum nargetin mau siapa awalnya. Kayak bingung aja gitu mau siapa. Setelah mikir-mikir menyesuaikan juga sama aku kayak gimana ketika berinteraksi dengan dosen, akhirnya aku mencantumkan nama dosen yang pada akhirnya menjadi dosen pembimbingku. Beliau adalah Prof Fendy.

Dari pengalamanku di semester sebelumnya, ada matkul ASIN IO yang ditugaskan untuk asesmen dan intervensi suatu organisasi atau perusahaan. Sebagai ganti dari kegiatan tersebut, perkuliahannya ditiadakan tapi tetep ada konsultasi untuk tanda tangan di presensi. Berdasarkan konsultasi-konsultasi tersebut, aku merasa cocok banget sama beliau. Kayak udah aku anggap sebagai bapak sendiri, karena emang beneran cuma selisih satu tahun sama bapakku.

Kemudian lanjut kurang lebih 2 minggu setelah pengumpulan UTS, ada pengumuman terkait pembagian dosen pembimbing. Alhamdulillah aku dapet beliau, seneng banget!

Setelah itu aku dan teman-teman satu bimbingan bikin grup di Line dan nge-invite Prof Fendy untuk join. Di situ kami mulai deh untuk janjian mau mulai bimbingan kapan dan sebagainya. Di bimbingan yang pertama itu aku mengerti ternyata apa yang aku kerjain di UTS kemarin itu masih belum tepat, kebalik antara variabel x dan y nya. Ya udah akhirnya aku benerin, ulang lagi dari awal bikinnya tapi dengan variabel yang sama.

Setiap bimbingan selalu menyenangkan dan diakhiri dengan sesi foto. Pada waktu itu juga kami bimbingan cukup intens, bisa seminggu sekali. Jadi setiap dah mau selesai, ditanyain mau bimbingan kapan lagi dan targetnya apa. Mau nggak mau ini otak mikir terus ya, ngebul ugha.

Bimbingan terus berlanjut sampai H-2 minggu UAS kalau nggak salah. Karena masih ada tanggungan matkul lain, jadi coba membagi-bagi pikiran antara proposal skripsi dan tugas UAS lainnya.

Ada beberapa bagian di bab-bab yang aku kerjain masih ngawur karena kepepet waktu dan masih belum mendalami banget. Jangan ditiru ya adik-adik yang mau skripsian!

Aku ngumpulin dini hari setelah selesai edit-edit dan rasanya beban hidup hilang wkwk.

Setelah UAS kan libur, nah selama libur ini aku bener-bener nggak megang sama sekali hal berbau skripsi, mau enjoy my life aja soalnya mendidih banget otakku dan tegang setiap hari waktu kemarin-kemarin. Karena tegang ini, tidurku agak terganggu jadinya. Nggak bisa yang lelap gitu lho, kayak terjaga gitu karena mikir besok baca ini atau harus cari itu.

Semester 6 sudah berakhir dan Cerita Skripsi akan lanjut di postingan selanjutnya, ditunggu ya!

Cheers! <3

Sabtu, 27 Februari 2021

Review Jurnal Risa: Teror Liburan Sekolah

Buku ini akhirnya kemarin mendapat gilirannya untuk aku baca. Saking excited-nya, akhirnya hari ini udah selesai dibaca. Aku suka banget sama Jurnal Risa, udah ngikutin kanal youtube-nya sejak awal 2018, di mana itu masih awal-awal banget.


Di buku ini spesifik tokohnya ada Risa tentunya, Riri, Angga, Nicko, dan Kakang. Makanya pas baca buku ini aku udah familiar banget sama orang-orangnya dan bisa ngebayangin visualnya. Ternyata mereka-mereka yang aku lihat di youtube, dah dari kecil ya gitu. Ada yang bijak, sompral, penakut, udah asli dari kecil begitu.

Saking serunya aku kayak nggak mau berhenti bacanya gitu lho. Kayak ngelihat Jurnal Risa di youtube, tapi versi tulisan.

Secara keseluruhan, menurutku topik yang diambil sederhana banget yaitu para sepupu yang berkumpul untuk liburan di rumah kakek mereka. Tapi yang bikin menarik adalah idenya anak-anak kecil ini untuk melakukan hal ekstrem. Aku bacanya tuh, ya ampun berani bener deh, padahal sebenernya ya diceritanya mereka ada takut juga.

Aku merindingnya di bagian ending-nya sih, pas akhirnya ke-reveal kenapa kok ada sosok yang ngikutin mereka terus. Ternyata kelakuannya A Iko nih wkwk. Berani bener sih asli!

Next aku pengin ngoleksi bukunya Peter Cs dengan kover terbarunya, yang lama juga gapapa deh, lihat harga pokoknya. Aku dulu pas kuliah sempet baca-baca sekilas bukunya temenku di PMPM, tapi belum ada ketertarikan. Jadi sekarang pengin punya dan baca dengan serius.

Yang suka Jurnal Risa wajib banget sih punya bukunya!

Cheers! <3

Selasa, 22 Desember 2020

Review First Romance (2020)

Drama ini terdiri dari 24 episode plus 1 yang special scene. Nah yang bonusnya ini aku kira akan ada adegan yang nggak muncul di episode-episode sebelumnya, tapi ternyata cuma pengulangan aja wkwk. Ya udah di tengah nonton skip deh.

Jadi ini kisah yaa orang pacaran gitu, yang udah timbul rasa sejak SMA berlanjut sampai kuliah. Banyak konflik-konflik yang terjadi di awal, ada yang fitnah, nggak peka, kedatangan orang baru, dan lain-lain. Sampai akhirnya si kedua tokoh utama ini bisa bersama.

Main role-nya ada Xiong Yi Fan dan Yan Ke. Aku inget sih di episode pertama dah kelihatan komedinya, walaupun tipis-tipis aja. Ceritanya ringan banget, nontonnya tuh alus gitu. Konflik antara Yi Fan dan Yan Ke untungnya nggak lebay, jadi gemes lihatnya. Oh ya, si Yan Ke atau Riley Wang di drama ini dan I Hear You selalu ada kaitannya dengan musik. Yang satunya biola, yang satu piano. Tapi serius sih aku suka banget karakter Riley Wang di sini. Lebih fresh, pinter tapi tetep ada sentuhan kebodohan remaja, yang paling penting adalah banyak senyum! Aduh, luar biasa banget, luv  <3 Terus kalo Yi Fan dia juga cantik, manis, dan lawak gitu lho tampilannya.

Support role nya ada Bai Yu Ze, Ding Ming, dan Qi Xiao Song.

Aku tuh kurang suka sama cowok berambut gondrong. Nah selama nonton drachin, aku nemu 2 orang yang demikian. Yang pertama aku lupa di drama apa gitu, di situ dia kelihatan cantik banget wkwk. Terus gondrong satunya aku nemu di drama ini, yaitu Bai Yu Ze. Baru kali ini, aku agak-agak cinta nih sama pria berambut panjang. Dia tuh manis, badannya kekar, sok gantengnya tuh ada, kocaknya dapet, sisi lemahnya juga muncul. Paket komplet!

Ding Ming sahabat ceweknya Yi Fan, cantik-manis gitu. Awalnya dia sempet terpesona sama Yu Ze sampai daftar magang di studio fotonya dia, tapi setelah tahu kelakuannya Yu Ze si Ding Ming jadi nggak respect. Yu Ze pun awalnya ngedeketin Yi Fan, nah ini bikin Ding Ming protektif banget karena tahu Yu Ze tuh suka main cewek. Yu Ze pokoknya bersaing sehat bangetlah sama Yan Ke, tapi ya mau gimana lagi, orang Yi Fan senengnya sama Yan Ke, mau digoda gimana juga susah. Untungnya, Yu Ze juga menerima dengan lapang dada, no drama berlebihan.

Sampai suatu ketika ada momen yang bikin Ding Ming deg-deg-ser lagi sama Yu Ze dan Yu Ze tahu akan hal itu. Singkat cerita akhirnya mereka bersama dan itu gemez.

Lalu ada Qi Xiao Song sahabat cowoknya Yi Fan. Dia punya usaha gym gitu. Kisahnya dia nggak terlalu diekspos. Ujung-ujungnya dia nemu kekasih yang ternyata adalah pelatihnya si Yi Fan.

Ada tokoh antagonisnya, tapi nggak yang jahat banget gitu. Nggak bikin ikutan jengkel. Malah ada yang akhirnya jadi temen baik, walaupun gengsi gitu tampilannya.

Biasanya, di akhir-akhir episode itu gongnya. Nah di episode 23, awalnya tuh senyuuuum mulu, terus tiba-tiba mewek gara-gara Yi Fan bete sama bapaknya wkwk. Sederhana banget, tapi secara visual tersampaikan jadinya ya crying. Btw, bapaknya Yi Fan kelihatan mudaaa banget.

Seru banget! Emang drama-drama percintaan anak SMA-kuliah itu terbaik sih, penuh bunga-bunga bertebaran. Feel-nya beda deh sama percintaan yang lebih dewasa.

Sekarang otewe nonton drama berikutnya, tunggu review-nya ya!

Cheers!

Review Behind The Spotlight

Behind The Spotlight adalah karya dari Ladyinmoonlight. Sampul bukunya gradasi biru langit terus ada 6 orang di bawah dan 1 siluet seseorang yang duduk di atas. Harga bukunya 69.000 dengan tebal 190 halaman. Cukup tipis dibanding buku-buku yang biasa aku baca.

Buku ini bercerita tentang kisah suatu boygroup gitu yang terkenal tapi berakhir tragis. Masing-masing anggota punya lukanya sendiri. Konflik yang ada sangat kental dan itu terlihat dari gimana tokoh-tokoh ini menyikapinya. Ada yang sudah merelakan, tapi ada juga yang masih belum bisa menerima.

Penuturannya ringan dan nggak ribet gitu lho, jadi enak bacanya.

Sebelumnya aku juga dah pernah baca karyanya Ladyinmoonlight yaitu Apricity. Ternyata si penulis ini emang suka nulis tentang persahabatan dan keluarga. Jadi kalau mau cari unsur percintaan antara pria dan wanita nggak bakal nemu sih. Aku seneng masih ada orang yang suka nulis dengan genre ini, karena aku pribadi senengnya nulis cinta-cintaan.

Aku rekomendasikan buku ini buat kalian. Ngalir banget ceritanya.

Cheers!

Minggu, 06 Desember 2020

Review Marriage Contract

Ini tumben-tumbenan langsung nge-review buku begitu selesai baca. Soalnya bangun pagi dan bersemangat mau ngerjain skripsi. Bagi kalian para mahasiswa tingkat akhir yuklah semangat guys! Skripsinya dikerjakan pelan-pelan, pasti bisa!

Judul buku yang aku baca adalah Marriage Contract karya Diossa. Dari judulnya udah kelihatan ya tema besar ceritanya apa. Kovernya ada Jimin dan Haebin dengan latar nuansa kehijauan, mereka pakai baju pernikahan. Harganya 95.000 dan tebalnya 299 halaman.

Ini model ceritanya banyakan dialog daripada narasi. Agak aneh bagiku soalnya aku jarang melihat cerita yang demikian, biasanya narasinya panjang gitu. Tapi kan ada juga ya yang seneng baca banyakan dialog, jadi mungkin buku ini cocok untuk kamu.

Terus dari segi isi cerita, menurutku agak aneh juga tiba-tiba anak SMA disuruh nikah buat nutup hutang bapaknya Haebin. Tapi setelah di tengah cerita baru dijelaskan kenapa Jimin disuruh nikah aja soalnya ada fakta yang dirahasiakan bapaknya.

Up and down ceritanya, lalu masuk tokoh baru yaitu Taehyung. Aku kira dia charming gitu, tapi kok lama-lama di sini jadi jahat. Kayak ada beberapa hal yang dia lakukan nggak masuk akal banget, setega itu.

Konfliknya cukup banyak di sini, tapi nggak sampe bikin pusing. Mungkin karena disampaikan dengan gaya cerita yang ringan, jadi mudah dicerna juga.

Ending-nya juga tidak terduga. Nggak terduga gimana? Baca aja, guys :p

Kayaknya itu aja yang bisa aku bagi, semoga bermanfaat ya!

Cheers!

Jumat, 20 November 2020

Review I Hear You (2019)

Drama ini berkisah tentang cewek bernama Bei Er Duo yang sedang mengejar mimpinya menjadi seorang dubber dan cowok bernama Ye Shu Wei pembuat plus pemain biola. Mereka dipertemukan di acara pasangan gitu deh, proyek kerjaan Li Zi, sohibnya Er Duo.

Shu Wei ini awalnya ya ampun wajahnya judes banget, tapi justru aku malah ke inget wajah temen kuliahku wkwk. Nggak mirip plek ketiplek, tapi ada beberapa bagian kalo lagi senyum atau jutek mirip banget. Jadinya malah tiap lihat Shu Wei ke ingetnya temenku.

Er Duo imut banget. Lovely banget lah perannya.

Mereka berdua ini pasangan settingan pada awalnya, tapi ya seperti biasa lama-lama jatuh cinta juga. Shu Wei yang dingin banget jadi lembut dan manis. Manja banget pokoknya.

Aku senengnya Er Duo itu orangnya nggak lebay ketika dia cemburu. Dan, Shu Wei nya juga pinter gitu lho nggak mudah tergoda. Sekali fokus sama satu orang ya udah itu aja.

Dari Er Duo ada Le Tian yang naksir dia, klo Shu Wei ada siapa gitu aku gak hafal namanya. Dari kedua pihak ada yang nyantolin lah istilahnya. Le Tian pernah nembak si Er Duo, tapi ditolak. Untung Le Tian menerima aja, nggak yang jadi bete. Walaupun dia pasti iri juga sama Shu Wei, tapi dia nggak pernah berbuat jahat. Terus yang cewek anak guru biolanya Shu Wei juga nggak pernah memaksakan, pas tahu Er Duo pacarnya dia ya udah cukup tahu aja.

Perjalanan cinta mereka menurutku mulus-mulus aja, nggak ada pergolakan hebat yang bikin meringis. Intinya seperti biasa ujug-ujug pacaran aja, padahal gak ada omongan wkwk. Justru yang ceritanya naik-turun banget itu second lead-nya. Mereka drama bangetlah percintaannya.

Li Zi karyawan dan Yu Zhong bosnya. Mereka itu akrab banget dan itu diketahui semua orang. Li Zi nya juga udah suka sama Yu Zhong dari lama, cuma si bosnya ini nggak memberikan validasi apa pun tentang hubungan mereka. Di tengah ketidakjelasan hubungan ini, muncul karyawan baru yang membuat Li Zi cemburu, lagi-lagi aku gak hafal namanya. Intensinya dia emang pengin deketin Yu Zhong. Nah ini memicu kecemburuan Li Zi.

Oh ya, Li Zi sempat bilang secara langsung dan gamblang ke Yu Zhong kalo naksir sama dia. Tapi responnya apa? Hanya terdiam, nggak jawab apa-apa :)

Akhirnya Li Zi dah muak dengan semua ini, dia memutuskan resign. Dia ada kerjaan baru yang aku nggak tahu definisi kerjaannya apa. Kayak LO gitu kalo dilihat. Aku nggak nyangkanya, Li Zi ujung-ujungnya berjodoh sama cowok Italia, namanya Mars. Dia ini kliennya Li Zi, pemain biola juga temennya Shu Wei. Aku bener-bener nggak nyangka sih kalo mereka menikah, plot twist abis.

Nah sedangkan Yu Zhong akhirnya menyesal. Definisi cinta datang terlambat. Kasihan :(

Yang paling epic menurutku, di hari pernikahan Li Zi dan Mars, Mars mengizinkan Yu Zhong untuk dansa sama istrinya. Kayak ... woy lah, hatimu besar banget! Ya mungkin karena Mars bule kali ya, jadi lebih open mind, yang penting dia dah jadi istri gue, gitu.

Balik ke main role. Shu Wei ini kalo senyum, aduh manisnya minta ampun. Giginya rapi, ada lesung pipinya lagi. Nggak bisa kalo nggak senyum. Apalagi beberapa episode terakhir, wadidaw banget lah berasa diserang senyuman sama Shu Wei.

Dua tokoh utama ini definitely my another favorite aktor-aktris lah!

Cheers!

Sumber foto: https://mydramalist.com/photos/bwQR6

Sabtu, 07 November 2020

Review A Perfect Plan

 Sudah selesai baca dari beberapa hari lalu tapi baru sempet nulis review-nya sekarang.

A Perfect Plan adalah karyanya A-Noona. Dia tuh spesialis tokoh utamanya Jungkook dan pemeran ceweknya namanya Taeri. Tapi, kali ini berbeda dan cukup mengejutkan buatku.

Kover depannya ada 3 orang yaitu Jimin, Taeri, dan Jungkook. Nuansanya kayak mewah emas-coklat gitu. Harganya 99.500 dengan tebal 299 halaman. BTW, aku belinya kayaknya nggak dengan harga segitu sih, soalnya beli di online. Pokoknya selama pandemi ini aku beli-beli online mulu. Ohya online shop langgananku buat beli buku itu Tokotmindo. Udahlah terjamin banget, dah 3x lebih beli di situ. Pengiriman cepet juga.

Di buku ini, menurutku A-Noona menunjukkan sisi yang berbeda. Biasanya nih tokoh utama pria pasti Jungkook, ceweknya namanya Taeri dengan kepribadian yang tangguh. Tapi di sini tokoh utama prianya Jimin dan si Taeri ini ditunjukkan sisi lemahnya. Walaupun tetep ya bagian 17+ seperti biasanya.

Menurutku 3 tokoh dominannya itu Jimin, Taeri, dan Taekyung. Jungkook pun ada, tapi nggak sesering biasanya diceritakan. Jadi kalo aku bisa mengubah kovernya, pengin ganti Jungkook jadi Taekyung aja, atau tambahin Taekyung di kover jadi berempat.

Oh ya, di sini namanya bukan Jungkook sih, Jeongoo.

Jimin dan Taeri ini sama-sama dominan orangnya, jadi kadang-kadang suka bentrok karena merasa lebih hebat dari yang lain. Tapi ya itu akhirnya ada sisi lemah Taeri yang ditunjukkan ketika dia jatuh cinta. Taeri bisa switch dirinya ke sisi yang dominan lagi setelah memutuskan berhenti untuk mencintai Jimin. Dia juga bisa tegas sama Jungkook, meskipun pada awalnya terlena juga. Terus aku salut sama Taekyung, dia sopan banget, luv!

Kalau dari konfliknya yaa, biasa aja, nggak yang menguras emosi. Tapi emang penuh intrik gitu.

Ada extra chapter-nya juga, tapi aku belum baca, nanti-nanti aja nunggu stok bacaan abis, haha.

Kayaknya itu aja deh yang bisa aku ceritain.

Cheers!